Banyak Wasit Dan Hakim Hakim Garis Diistirahatkan Di Piala Presiden 2017

3 orang wasit diistirahatkan dalam waktu tertentu karena memiliki keputusan kontroversial selama pagelaran Piala Presiden 2017

Di dalam pertandingan sepak bola juga pertandingan lainnya ada satu orang yang harus bersifat dan bersikap netral. Orang tersebut adalah Wasit dan juga staff wasit yang mana mereka selama pertandingan berlangsung, mereka harus bisa membantu para pemain untuk tidak melakukan pelanggaran dan menjaga permainan supaya tepat dan berada pada jalur dan kerangka peraturan yang sudah ditentukan sebelumnya. Tetapi Bagaimana jika seorang wasit memiliki keputusan yang kontroversial sehingga membuat banyak orang merasa keputusan agen sbobet itu tidak tepat atau tidak ada maka di dalam Piala Presiden ini ada beberapa orang wasit diistirahatkan karena hal tersebut.

Keputusan Pengistirahatan Wasit

sampai saat ini Piala Presiden bahasa yg terus dilaksanakan dan sudah ada 3 wasit yang terdiri dari 2 Wasit Tengah dan seorang hakim garis yang ternyata diistirahatkan pada babak 8 besar Piala Presiden 2017 ini dengan beberapa alasan. Hal ini sudah dikonfirmasi oleh ketua pelaksana pusat yaitu Iwan Budianto yang mana pada sistem pers yang sudah dilakukan setelah pengundian babak delapan besar yang dilaksanakan di Hotel Park Lane Jakarta Selatan menyebutkan bahwa memang ada banyak ataupun beberapa Wasit dan hakim garis yang diistirahatkan. Alasan yang menjadikan beberapa Wasit dan Hakim Garis diistirahatkan adalah adanya ke penyelenggaraan pertandingan dimana keputusan kontroversial dibuat oleh wasit pada fase grup.

Jika dilihat lagi dalam beberapa pertandingan maka memang ada beberapa wasit yang mengeluarkan keputusan kontroversial di dalam fase pertandingan untuk bisa menentukan juara grup yaitu adanya gol penyerang Sriwijaya FC yang dilakukan oleh Hilton moreira yang dianggap sebagai gol offside ke gawang Bali United. Sampai saat ini keputusan tersebut termasuk ke dalam keputusan yang masih sangat mengambang. Jika dilihat dari sudut ataupun Sisi yang berbeda maka dari 30 pertandingan di dalam tahap penyisihan telah dilakukan evaluasi mengenai bagaimana kinerja wasit di lapangan dan hasilnya ada 3 wasit yang diistirahatkan. Iwan sendiri tidak mau menyebutkan Siapa saja nama ketiga wasit yang diistirahatkan tersebut hal ini demi menjaga nama baik dari korps baju hitam.

Evaluasi dan Award untuk wasit

Adanya proses mengistirahatkan sejumlah wasit ini memang menjadi salah satu bagian dari evaluasi supaya nantinya dalam beberapa Liga ataupun turnamen sepak bola lainnya dipilih wasit wasit yang lebih berkualitas dan memiliki profesionalisme yang baik. Mengenai hukuman ataupun jangka waktu skorsing untuk ketika wasit yang sudah diistirahatkan maka pihak Iwan Budianto melempar akan keputusannya kepada pihak PSSI yang lebih berwenang. Evaluasi atau pemberhentian sementara atau juga disebut skorsing menjadi salah satu ciri bahwa pihak PSSI dan panitia dari Piala Presiden cukup serius dalam menangani berbagai permasalahan yang ada di dalam pertandingan sepak bola yang mungkin bisa jadi awal untuk masalah yang lebih besar.

Yang cukup mengasyikkan juga untuk para wasit yang menjadi wasit terbaik di dalam pagelaran piala presiden 2017 ini akan mendapatkan sejumlah award atau penghargaan dari penampilan lapangan yang sudah dilakukan. yaitu wasit terbaik akan mendapatkan uang sejumlah 30 juta rupiah juga berbagai jenis penghargaan atau pemberangkatan akan menjadi sebuah motivasi supaya bisa menjadi wasit yang lebih baik lagi. Semoga keputusan yang sudah dibuat oleh pihak panitia toto online yaitu Iwan Budianto dan kawan-kawan menjadi salah satu kejutan bagi wasit untuk bisa bermain dan mengunakan wewenangnya ke dalam hal-hal yang baik dan tidak membuat keputusan yang di luar dari aturan atau ketentuan yang mereka miliki.